ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan ke Wakatobi untuk Dukung Akses Pariwisata

Jumat, 06 Februari 2026 | 09:39:29 WIB
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan ke Wakatobi untuk Dukung Akses Pariwisata

JAKARTA - ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan ke Wakatobi, Dukung Pariwisata dan Ekonomi Lokal sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas laut di Sulawesi Tenggara. 

Kehadiran layanan penyeberangan yang andal diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat kepulauan. Selain itu, distribusi barang dan aktivitas ekonomi daerah juga dapat berjalan lebih lancar dan merata.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penghubung antarwilayah. Fokus utama diarahkan pada daerah kepulauan yang membutuhkan akses transportasi berkelanjutan. Wakatobi menjadi salah satu wilayah prioritas dalam penguatan layanan tersebut.

Konektivitas laut dinilai sebagai fondasi penting pembangunan kawasan kepulauan. Melalui layanan penyeberangan, akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar dapat terjaga. Hal ini sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Peran ASDP dalam Mendukung Mobilitas dan Distribusi

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya melayani rute Kamaru di Kabupaten Buton menuju Wakatobi. Rute ini menjadi penghubung penting bagi masyarakat dan pelaku usaha. Kehadiran layanan tersebut dinilai mampu memperkuat koneksi antarwilayah.

“Kehadiran layanan ini mempermudah mobilitas, membuka akses distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata kepulauan secara berkelanjutan,” ujar Heru. Pernyataan tersebut menegaskan fungsi penyeberangan sebagai sarana strategis. ASDP melihat layanan ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang.

Mobilitas masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan layanan penyeberangan. Distribusi logistik yang lancar juga berpengaruh langsung pada stabilitas harga dan ketersediaan barang. Dengan demikian, penyeberangan memiliki dampak ekonomi yang luas.

Wakatobi sebagai Destinasi Bahari Dunia

Wakatobi dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia. Kawasan ini berada di jantung Coral Triangle dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut. Keindahan alam tersebut menjadi daya tarik utama wisatawan domestik dan mancanegara.

Pulau-pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Hoga menawarkan pengalaman snorkeling dan diving. Aktivitas wisata bahari tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata. Masyarakat setempat turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Penguatan konektivitas laut mendukung akses wisatawan menuju Wakatobi. Transportasi yang andal menjadi faktor penting dalam pengembangan destinasi wisata. Hal ini membuat sektor pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan.

Penyeberangan sebagai Jembatan Ekonomi Daerah

Heru Widodo menegaskan bahwa kapal penyeberangan bukan sekadar sarana transportasi. Menurutnya, kapal juga berperan sebagai jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan pasar lebih luas. Pandangan ini memperkuat posisi penyeberangan dalam pembangunan wilayah.

“Lintasan ke Wakatobi menunjukkan bagaimana konektivitas laut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pariwisata,” kata Heru. Pernyataan tersebut mencerminkan peran strategis ASDP dalam mendorong ekonomi kepulauan. Penyeberangan dinilai menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Dengan konektivitas yang baik, pelaku usaha lokal memiliki akses pasar lebih luas. Produk daerah dapat didistribusikan dengan lebih efisien. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan dapat meningkat.

Penguatan Armada dan Capaian Layanan ASDP

General Manager ASDP Cabang Bau-Bau, Zullivan Ramadhana, menjelaskan pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan 14 lintasan perintis. Operasional tersebut didukung oleh 14 unit kapal. Armada ini dirancang untuk melayani kebutuhan wilayah kepulauan secara optimal.

KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II menjadi tulang punggung rute strategis. Kedua kapal melayani lintasan Kamaru-Wanci dan Kamaru-Kaledupa-Wanci-Tomia-Binongko. Rute ini berperan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Sepanjang 2025, layanan penyeberangan ke Wakatobi melayani lebih dari 14 ribu penumpang. Selain itu, sekitar 10 ribu kendaraan turut diangkut melalui lintasan tersebut. “Capaian ini menegaskan peran strategis penyeberangan dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kepulauan,” jelas Zullivan.

ASDP berkomitmen memperkuat armada dan kualitas layanan lintasan. Tujuannya agar konektivitas laut semakin inklusif dan merata. Langkah ini juga membuka akses ekonomi masyarakat kepulauan secara berkelanjutan.

Penguatan layanan penyeberangan menjadi bagian dari visi besar pembangunan maritim. ASDP menempatkan Wakatobi sebagai contoh pengembangan konektivitas berbasis potensi lokal. Upaya ini diharapkan menjaga kesinambungan pariwisata bahari Indonesia sebagai kebanggaan nasional.

Terkini