JAKARTA - Stabilitas harga gabah menjadi perhatian utama petani di Sleman pada musim panen saat ini.
Pemerintah daerah memastikan kebijakan harga berjalan sesuai arahan pusat. Langkah ini ditujukan untuk melindungi pendapatan petani.
Harga Gabah di Sleman Dipastikan Sesuai Anjuran Pemerintah menjadi pijakan kebijakan tersebut. Gabah kering panen dari petani dipastikan dibeli dengan harga yang layak. Penetapan harga ini memberi kepastian bagi petani.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman berperan aktif dalam pengawasan. Seluruh proses pembelian diawasi secara berjenjang. Tujuannya menjaga stabilitas dan keadilan harga.
Harga Minimal Gabah untuk Petani
DP3 Sleman memastikan harga gabah kering panen tidak jatuh di bawah batas anjuran. Ketua Tim Kerja Bina Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan DP3 Sleman Aris Wibawa menyebut harga terendah Rp 6.500 per kilogram. Harga tersebut menjadi acuan pembelian gabah petani.
“Untuk petani mendapatkan harga sesuai yang dianjurkan pemerintah itu Rp 6.500 dan itu dirasa petani sudah menguntungkan,” kata Aris. Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah daerah. Harga dinilai sudah memberi margin yang layak.
Harga minimal tersebut berlaku secara konsisten. Petani tidak perlu khawatir terhadap permainan harga. Kebijakan ini memberi rasa aman saat panen.
Upaya Stabilisasi Harga Gabah
Aris memastikan harga gabah sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Kebijakan ini bertujuan memberi keuntungan wajar bagi petani. Stabilitas harga menjadi fokus utama.
Langkah tersebut juga menjadi instrumen pengendalian pasar. Harga gabah diharapkan tidak berfluktuasi tajam. Petani tetap memperoleh pendapatan yang stabil.
Pemerintah daerah berkomitmen menjaga pelaksanaan kebijakan. Pengawasan dilakukan secara berlapis. Hal ini mencegah penyimpangan harga di lapangan.
Peran PPL dan Babinsa di Lapangan
DP3 Sleman melibatkan penyuluh pertanian lapangan dan Babinsa. Keduanya bertugas memastikan harga gabah sesuai ketentuan. Pendampingan dilakukan hingga tingkat kalurahan.
PPL berperan sebagai penghubung petani dan Bulog. Jika petani kesulitan mengakses pembeli, PPL akan membantu. Proses komunikasi dipercepat melalui jalur ini.
“Kalaupun petani kurang bisa mengakses nanti lapor PPL, PPL yang kontak Bulog dan penjemputannya, pembeliannya akan dikawal PPL dan Babinsa, bahkan sampai tengah malam karena armada Bulog terbatas,” ucapnya. Pendampingan dilakukan hingga transaksi selesai. Proses ini memastikan kepastian harga.
Langkah Tambahan Sejahterakan Petani
Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Sleman Siti Rochayah menyebut kesejahteraan petani tidak hanya dari harga. Pemerintah juga menempuh langkah pendukung lainnya. Salah satunya pemberian pupuk bersubsidi.
Serapan pupuk subsidi sepanjang 2025 tercatat cukup tinggi. Program ini mendukung produktivitas petani. Ketersediaan pupuk menjadi faktor penting.
Pupuk subsidi membantu menekan biaya produksi. Dengan biaya lebih ringan, pendapatan petani meningkat. Program ini melengkapi kebijakan harga gabah.
Realisasi dan Rencana Alokasi Pupuk
Siti merinci serapan pupuk subsidi selama 2025. Pupuk urea terserap sebanyak 8.380 ton. Angka ini menunjukkan kebutuhan petani cukup besar. Pupuk NPK Phonska untuk padi dan hortikultura terserap 6.578 ton. Sementara pupuk organik terserap 250 kilogram. Data ini mencerminkan pola kebutuhan petani.
Terdapat dua jenis pupuk yang tidak diminati. Pupuk NPK Plus dan pupuk ZP jarang digunakan. Kedua pupuk tersebut diperuntukkan komoditas tertentu.
“Untuk yang tahun 2026 nanti insya Allah sudah ada alokasi dari pusat itu untuk urea 9.513 ton, untuk NPK ada 8.300 ton,” kata Siti. Alokasi ini disiapkan untuk kebutuhan mendatang. Pemerintah memastikan ketersediaan tetap terjaga.